teks jalan

Leuleupeutan leuleumeungan diarah kejo poena, deudeukeutan reureujeungan jeung penyuluh sapopoena, Tani Babarengan, Salah Silih Elingan

slide poto

  • Padi Sawah Lokasi Desa Raharja
  • Metode Emposan dengan Racun dari Belerang
  • Tim Riset ITB, Mister Mathieu, PPL, Petani Pemilik Sawah dan Toko Tani
  • SL-GHP Tanaman Sansieviera

Jumat, 02 Desember 2011

Komponen PTT Padi Sawah:

  1. VUB/VTB sesuai karakteristik lahan, lingkungan dan Pasar
  2. Benih bermutu (kemurnian dan daya kecambah tinggi),
  3. Penggunaan bibit muda (< 21 hari setelah sebar),
  4. Bibit 1-3 batang/ lubang, legowo 2:1, 4; 1, populasi > 250.000 /ha,
  5. Pemupukan N sesuai Bagan Warna Daun,
  6. Pemupukan P dan K sesuai status hara tanah (PUTSatau petak omisi) dan pemecahan masalah kesuburan  tanah, 
  7. Penggunaan kompos jerami 5 ton/ha atau Pukan 2 ton/ha,
  8. Pengairan berselang,
  9. Pengendalian gulma secara terpadu,
  10. Pengendalian hama penyakit terpadu, dan
  11. Panen dan pasca panen

1. Varietas Unggul:
  1. BENIH BERLABEL
  2. TAHAN HAMA DAN PENYAKIT
  3. PRODUKSI PADI TINGGI 5-8 TON/ HA
  4. CITARASA DISENANGI DAN  HARGA TINGGI DIPASAR LOKAL
  5. COCOK DITANAM DI LOKASI SETEMPAT
  6. TAHAN REBAH
  7. UMUR TANAMAN 105 – 125 HARI
  8. JUMLAH ANAKAN 14 - 20

2.Benih Bermutu:
SELEKSI BENIH
Sediakan Telur itik
Air dan garam takaran 20 gr garam  / 1 liter air.
Masukkan benih ke dalam adonan air + garam
Aduk untuk memudahkan pemisahan;
Buang benih yang terapung,
Cuci benih yang terbenam 

Perendaman dan Penganginan:
Rendam benih 24-48 jam
Anginkan 24-48 jam hingga berkecambah

3.Penggunaan bibit muda (< 21 hari setelah sebar)

4.Bibit 1-3 batang/ lubang, legowo 2:1, 4; 1, populasi > 250.000 /ha,

5.Persemaian :
Penyemaian di lahan:
Lahan pesemaian 5% dari luas pertanaman
Lebar bedengan 1,0-1,2 m, panjang sesuai petakan (10-20 m)
Lahan digenang dan, diolah sempurna.
Pupuk lahan dengan urea 10% dari total urea pertanaman.
Pesemaian macak-macak.
Taburkan sekam 2 kg/m².
Modifikasi pesemaian
Tempat besek/baki dialasi daun pisang/kertas koran
Media tanah subur + Kompos 1 : 1
Tinggi media 4 cm

6.Pemupukan:
Pengelolaan N sesuai BWD
Pengelolaan P dan K berdasarkan status kesuburan (peta status) atau petak omisi

Penggunaan BWD:
Pembacaan I pada 14 HST.
Sampel 5-10 daun /petak (daun teratas membuka penuh).
Bandingkan bagian tengah daun dengan BWD,
Nilai hasil pembacaan dicatat dan dirata-ratakan.
Pemupukan N pada skala dibawah 4.
Skala  di atas 4 tidak perlu dipupuk N.
Pembacaan BWD  setiap7 hari sampai pembungaan pertama.

Untuk padi inbrida :
50 - 75 kg pupuk Urea/ha untuk musim hasil rendah.
75 - 100 kg pupuk Urea/ha untuk musim hasil tinggi.
Untuk padi hibrida dan PTB seperti Maro, Rokan dan Fatmawati
100 kg pupuk Urea/ha.
50 kg Urea/ha stadia antar keluar malai dan 10 % berbunga.

7. Menggunakan pupuk organik Kompos/Kohe

8. Pengendalian Gulma:
Resiko pengeringan lahan rumput akan subur
Keluarkan air sebelum pengendalian gulma
Lakukan lebih awal, dengan tangan atau alat mekanik
Ulangi 2 s/d 3 kali sampai daun-daun menutup
Dapat juga digunakan herbisida sesuai anjuran

9.Pengairan Berselang
Saat tanam kondisi air macak-macak, dan ini dipertahankan selama 3-4 hari
Lakukan pergiliran selang 3 hari setinggi 3 cm
Setelah anakan maksimum genangi lahan 5-10 cm
Jangan sampai tanaman kekurangan air pada stadia ini
Waktu pengendalian gulma keringkan lahan
Saat berbunga, padi sensitif terhadap kekurangan air
Genangi lahan 5-10 cm s/d 10 hari sebelum panen

10. Pengendalian OPT:
PHT
Memadukan semua cara pengendalian secara optimal, termasuk kultur teknik penggunaan varietas tahan hama dan penyakit, pemanfaatan musuh alami dan pestisida secara bijaksana
11. Panen dan Pasca Panen:
Sediakan Terpal untuk Alas
Menggunakan Sabit Berberigi